Bulog dan Polri Bersinergi Capai Target Penyerapan Jagung Satu Juta Ton 2026

Senin, 12 Januari 2026 | 11:23:03 WIB
Bulog dan Polri Bersinergi Capai Target Penyerapan Jagung Satu Juta Ton 2026

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa target penyerapan jagung 1 juta ton pada 2026 akan dicapai melalui kolaborasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sinergi ini bertujuan mempercepat penyerapan komoditas secara optimal di seluruh wilayah nasional.

"Target kami adalah pencapaian penyerapan jagung juga 1 juta ton (di 2026). Ini kami akan bersinergi dengan teman-teman Polri dalam hal ini untuk kaitan dengan jagung untuk penyerapannya," kata Rizal di Jakarta, Minggu 11 Januari 2026. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Arahan Presiden dan Menteri Pertanian

Rizal menyebut rapat kerja nasional yang digelar untuk evaluasi 2025 dan perencanaan 2026 menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman. Indonesia telah dinyatakan swasembada beras dan jagung berkat kolaborasi lintas sektor yang solid.

Menurut Rizal, Bulog tidak bekerja sendiri, melainkan mengandalkan dukungan pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah serta petani lapangan. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan penyerapan jagung secara optimal.

Strategi Perencanaan dan Koordinasi Lapangan

Untuk mencapai target satu juta ton, Bulog menyiapkan perencanaan sejak dini dan mempercepat proses serapan hasil panen jagung. Koordinasi lapangan diintensifkan tanpa mengenal waktu untuk memastikan target tercapai.

Sinergi dengan Polri dianggap krusial karena kehadiran aparat membantu pengawasan, pendampingan petani, dan kelancaran distribusi. Dengan pengawasan yang efektif, penyerapan jagung berjalan lebih lancar dan efisien di seluruh wilayah.

Harapan dari Rakernas 2026

Melalui Rakernas, Rizal berharap strategi terbaik segera diterapkan agar target 2026 tercapai dan swasembada pangan berlanjut. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan petani jagung nasional secara signifikan.

Rapat kerja tersebut menghadirkan seluruh pimpinan wilayah Bulog untuk memastikan langkah strategis dapat diterapkan di lapangan. Fokus utama tetap pada penguatan sinergi dengan aparat keamanan dan pemangku kepentingan lokal.

Produksi Jagung Nasional dan Surplus 2025

Badan Pangan Nasional mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,11 juta ton. Produksi ini meningkat 6,44 persen dibanding 2024 yang tercatat 15,14 juta ton, menunjukkan tren positif ketahanan pangan jagung nasional.

Dalam proyeksi Neraca Pangan Nasional, terdapat surplus 463,9 ribu ton karena kebutuhan konsumsi jagung pada 2025 tercatat 15,65 juta ton. Surplus ini lebih tinggi dibanding capaian 2023 yang mencapai 307,4 ribu ton.

Peningkatan Surplus dalam Dua Tahun Terakhir

Dalam dua tahun terakhir, surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas program penyerapan dan distribusi jagung yang dilakukan oleh Bulog dan pihak terkait.

Selain itu, Polri memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi jagung nasional, mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20 persen dari total produksi 2025. Keikutsertaan Polri memperkuat sistem pangan yang efisien dan berpihak pada petani.

Peran Polri dalam Mendukung Sistem Pangan Nasional

Polri mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penanaman jagung. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Kolaborasi Bulog dan Polri menjadi contoh sinergi lintas lembaga yang efektif. Selain membantu penyerapan jagung, langkah ini juga memastikan distribusi pangan tetap lancar hingga tingkat petani.

Target Penyerapan Jagung 2026 Tercapai

Dengan koordinasi matang, perencanaan strategis, dan dukungan Polri, target penyerapan jagung 1 juta ton di 2026 diyakini akan tercapai. Swasembada pangan tetap terjaga, dan kesejahteraan petani jagung semakin meningkat.

Strategi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan sistem pangan nasional. Langkah antisipatif seperti pengawasan, pendampingan petani, dan percepatan distribusi menjadi kunci keberhasilan Bulog dan Polri.

Terkini