JAKARTA - Langkah impresif berhasil ditunjukkan oleh raksasa Arab Saudi, Al Nassr, dalam lanjutan kompetisi AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026.
Klub berjuluk Faris Najd ini sukses memastikan diri melangkah ke babak perempat final setelah meraih kemenangan krusial pada pertandingan pekan ini.
Menariknya, keberhasilan ini diraih saat sang megabintang sekaligus kapten tim, Cristiano Ronaldo, harus absen dari daftar susunan pemain.
Ketidakhadiran CR7 di lapangan ternyata tidak menyurutkan daya gedor Al Nassr, yang justru tampil kolektif dan membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad yang sangat mumpuni untuk bersaing di level kontinental.
Kemenangan ini menjadi pesan kuat bagi para pesaing di Asia bahwa Al Nassr bukan sekadar tim yang bergantung pada satu individu besar, melainkan sebuah unit tempur yang terorganisir dengan baik di bawah arahan strategi pelatih mereka.
Kolektivitas Tim Menjadi Kunci Kemenangan Al Nassr Di Panggung Asia
Tanpa kehadiran Ronaldo, fokus serangan Al Nassr terbagi secara merata kepada deretan pemain bintang lainnya. Koordinasi di lini tengah yang dipimpin oleh pemain-pemain berpengalaman Eropa membuat aliran bola menjadi sangat cair.
Al Nassr menunjukkan dominasi penguasaan bola sejak menit awal, memaksa lawan untuk bertahan lebih dalam dan meminimalisir ancaman serangan balik.
Absennya Ronaldo memberikan panggung bagi pemain lain untuk unjuk gigi. Efektivitas penyelesaian akhir dari peluang-peluang yang tercipta menjadi kunci utama.
Al Nassr lolos perempatfinal ACL 2 tanpa Cristiano Ronaldo, menjadi tajuk yang membanggakan bagi manajemen klub, sekaligus meredam keraguan publik mengenai performa tim saat sang bintang harus diistirahatkan karena alasan kebugaran atau rotasi taktis.
Analisis Taktis: Bagaimana Al Nassr Bermain Tanpa Sang Megabintang?
Pelatih Al Nassr tampak melakukan penyesuaian skema yang cerdas untuk menutupi lubang yang ditinggalkan Ronaldo.
Tanpa target man tunggal yang dominan, lini depan Al Nassr bergerak lebih dinamis dengan pertukaran posisi yang intens antara penyerang sayap dan gelandang serang. Pola ini terbukti menyulitkan barisan pertahanan lawan yang kehilangan titik fokus penjagaan.
Selain lini serang, soliditas lini pertahanan Al Nassr juga patut diacungi jempol. Keberhasilan menjaga gawang tetap bersih dari gol (clean sheet) memberikan kepercayaan diri ekstra bagi para pemain untuk terus menggempur pertahanan lawan.
Kematangan taktik ini menunjukkan bahwa Al Nassr telah bertransformasi menjadi tim yang lebih matang secara kolektif dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Menatap Babak Perempat Final Dan Ambisi Menjadi Juara ACL 2
Lolosnya Al Nassr ke babak perempat final semakin mempertegas ambisi besar klub untuk mengangkat trofi ACL 2 tahun ini. Dengan kembalinya Ronaldo di laga-laga mendatang, kekuatan Al Nassr diprediksi akan semakin menakutkan bagi lawan mana pun di babak delapan besar.
Kombinasi antara talenta lokal Arab Saudi yang semakin berkembang dan kualitas pemain asing kelas dunia menjadikan mereka kandidat terkuat untuk melaju hingga ke partai puncak.
Manajemen Al Nassr menyadari bahwa tantangan di perempat final akan jauh lebih berat dengan kualitas lawan yang semakin meningkat. Oleh karena itu, menjaga konsistensi performa dan kebugaran pemain kunci menjadi prioritas utama tim medis dan staf kepelatihan dalam beberapa pekan ke depan.