Lionel Messi

Lionel Messi Usai Pensiun Pilih Pemilik Klub Bukan Pelatih

Lionel Messi Usai Pensiun Pilih Pemilik Klub Bukan Pelatih
Lionel Messi Usai Pensiun Pilih Pemilik Klub Bukan Pelatih

JAKARTA - Masa depan Lionel Messi setelah gantung sepatu mulai terbuka ke publik. 

Dalam sebuah wawancara, megabintang Argentina itu berbicara tentang kehidupan pribadinya sekaligus rencana karier setelah tidak lagi aktif sebagai pemain sepak bola.

Di usia 38 tahun, Messi menegaskan keinginannya untuk tetap berada di lingkungan sepak bola. Namun, ia memastikan tidak tertarik mengikuti jalur kepelatihan seperti yang kerap dipilih banyak legenda lapangan hijau.

Pandangan Messi Tentang Masa Depan

Dalam wawancara yang disiarkan oleh saluran streaming Argentina, Luzu, Lionel Messi mengungkapkan pandangannya mengenai masa depan. Ia menegaskan bahwa dirinya masih ingin terhubung dengan sepak bola dalam kapasitas berbeda.

Menurut Messi, menjadi pelatih bukanlah gambaran yang ia lihat untuk dirinya sendiri. Ia merasa peran tersebut tidak sesuai dengan ketertarikan dan karakter pribadinya setelah pensiun.

Pernyataan ini cukup menarik, mengingat banyak mantan pemain top memilih jalur kepelatihan. Messi justru ingin mengambil posisi yang lebih struktural dalam dunia sepak bola.

Perbandingan dengan Karier Maradona

Fenomena pemain menjadi pelatih setelah pensiun bukanlah hal baru di Argentina. Salah satu contoh paling terkenal adalah mendiang Diego Armando Maradona yang pernah melatih Tim Nasional Argentina di Piala Dunia 2010.

Maradona juga sempat meniti karier sebagai pelatih klub. Ia pernah menangani Textil Mandiyu dan Racing Club pada era 1990-an sebelum dipercaya memimpin Argentina.

Setelah Piala Dunia 2010, Maradona melanjutkan kiprahnya bersama Al Wasl, Fujairah, Dorados Sinaloa, hingga Gimnasia de La Plata. Klub terakhir tersebut ia latih sebelum wafat pada 2020.

Messi Menolak Jalur Kepelatihan

Berbeda dengan Maradona, Messi secara terbuka menyatakan tidak memproyeksikan dirinya sebagai pelatih. Ia merasa tidak memiliki ketertarikan untuk berada di pinggir lapangan sebagai juru taktik.

Kepada Luzu, Messi menyebut bahwa dirinya lebih tertarik pada peran lain di sepak bola. Pilihan tersebut menurutnya lebih sesuai dengan visinya terhadap pengembangan klub.

Messi menegaskan bahwa keputusannya bukan karena meremehkan profesi pelatih. Ia hanya merasa bahwa jalur tersebut bukan panggilan pribadinya.

Ketertarikan Menjadi Pemilik Klub

Salah satu opsi masa depan yang paling menarik bagi Messi adalah menjadi pemilik klub sepak bola. Ia menyampaikan keinginan tersebut secara terbuka dalam wawancara yang sama.

“Saya ingin memiliki klub sendiri, untuk memulai dari bawah dan mampu memberikan kesempatan kepada para pemain muda, masyarakat, dan untuk mengembangkan dan membangun klub yang penting,” ujar Messi.

Pernyataan itu menunjukkan ketertarikan Messi pada aspek pembangunan jangka panjang. Ia ingin terlibat langsung dalam proses pembinaan dan pengembangan talenta muda.

Langkah Nyata di Uruguay

Ketertarikan Messi bukan sekadar wacana. Saat ini, ia telah membangun klub sepak bola di Uruguay bernama Deportivo LSM bersama rekannya, Luis Suarez.

Langkah tersebut menjadi bukti awal keseriusannya di luar lapangan. Messi ingin belajar dan terlibat langsung dalam pengelolaan klub sejak dini.

Melalui proyek tersebut, Messi berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi sepak bola. Ia juga ingin membuka peluang bagi pemain muda untuk berkembang.

Kesuksesan Terbaru Bersama Inter Miami

Di sisi lain, karier Messi sebagai pemain masih berjalan gemilang. Bersama Inter Miami, ia baru saja melewati musim yang sangat sukses di Liga Amerika.

Messi membantu The Herons meraih gelar juara MLS. Selain itu, ia juga menyabet penghargaan pemain terbaik liga atau MVP serta Sepatu Emas MLS.

Puncak kesuksesan itu ditandai dengan kemenangan Inter Miami atas Vancouver Whitecaps di partai final. Miami menang dengan skor 3-1 pada laga penentuan.

Peran Messi di Usia Senja

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa usia tidak menghalangi Messi untuk tampil gemilang. Ia tetap menjadi pusat permainan dan figur kunci bagi timnya.

Prestasi individu dan kolektif yang diraih menegaskan pengaruh besar Messi di lapangan. Kontribusinya tetap menentukan di level kompetisi tertinggi.

Musim gemilang ini juga memperkuat posisi Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ia terus menambah daftar pencapaiannya.

Fokus Menuju Piala Dunia 2026

Di tengah pembicaraan masa depan, Messi masih memiliki target besar sebagai pemain. Ia tengah bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 bersama Tim Nasional Argentina.

Argentina tentu berambisi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi sebelumnya. Messi kembali menjadi figur sentral dalam persiapan tersebut.

Turnamen ini berpotensi menjadi panggung terakhir Messi di level internasional. Fokus dan kebugarannya menjadi perhatian utama publik sepak bola dunia.

Antara Lapangan dan Visi Jangka Panjang

Apa pun hasil di Piala Dunia 2026, Messi telah memiliki gambaran jelas tentang langkah selanjutnya. Ia ingin tetap berkontribusi tanpa harus menjadi pelatih.

Peran sebagai pemilik klub memberinya ruang untuk membangun warisan berbeda. Messi ingin meninggalkan jejak melalui pengembangan dan kesempatan bagi generasi berikutnya.

Dengan visi tersebut, Messi menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak akan berhenti saat ia pensiun. Sepak bola tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index